Ingin Membeli Asuransi Syariah? Kenali Sistem Pengawasannya Dulu


Ingin Membeli Asuransi Syariah? Kenali Sistem Pengawasannya Dulu

Beberapa tahun terakhir ini, produk asuransi syariah telah menjadi salah satu asuransi yang seringkali dibicarakan dalam kalangan masyarakat. Asuransi jenis ini hadir untuk memenuhi kebutuhan Anda yang mengharapkan adanya produk-produk asuransi yang sesuai dengan ketentuan Islam dan halal. Hal ini membuat banyak umat Islam lebih memilih asuransi jenis ini sesuai kebutuhannya.

Sistem pengawasan menjadi salah satu hal yang penting sebelum memilih jenis asuransi. Setiap jenis asuransi memiliki sistem pengawasan yang berbeda-beda. Anda harus tahu, apakah sistem pengawasan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda dalam mendaftarkan asuransi.

Pengertian Asuransi Syariah

Dewan Syariah Nasional (DSN) menyatakan bahwa, asuransi jenis ini merupakan sebuah usaha untuk saling melindungi, serta saling tolong menolong di antara beberapa orang, dimana hal tersebut dilakukan melalui investasi dalam bentuk aset atau tabarru yang memiliki pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu, melalui akad atau perikatan yang sesuai dengan hukum Islam.

Pada asuransi syariah, terdapat sebuah sistem, dimana para pesertanya akan menghibahkan sebagian maupun seluruh kontribusi yang akan digunakan, untuk membayar klaim apabila terdapat peserta yang mengalami musibah. Hal ini dapat dikatakan bahwa, di dalam asuransi jenis ini, terdapat peranan dari perusahaan asuransi yaitu hanya sebatas pengelolaan operasional serta investasi dari sejumlah dana yang diterima saja.

Asuransi jenis ini sering menjadi pilihan bagi umat muslim, karena aturannya yang berpacu pada syariah Islam atau hukum-hukum yang berlaku dalam Islam. Bagi Anda yang ingin menghindari riba atau sistem keuangan lain yang haram, maka asuransi ini menjadi pilihan yang tepat.

Pengawasan Asuransi Syariah

Pada asuransi jenis ini, terdapat pengawasan yang dilakukan secara ketat dan dilaksanakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). DSN ini dibentuk langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan memiliki tugas untuk mengawasi segala bentuk pelaksanaan prinsip ekonomi syariah yang berada di Indonesia, termasuk dalam mengeluarkan fatwa maupun hukum yang mengaturnya. Pada setiap lembaga keuangan syariah, wajib terdapat Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang memiki tugas sebagai pengawas.

DPS tersebut merupakan perwakilan dari DSN yang bertugas untuk memastikan lembaga tersebut telah menerapkan prinsip syariah secara benar atau tidak. DSN bertugas mengawasi semua bentuk operasional yang dilakukan dalam asuransi. Segala unsur ini haruslah bersifat halal dan lepas dari unsur-unsur haram.

Hal tersebut akan dilihat dari asal dan sumber hartanya serta manfaat yang akan dihasilkan olehnya. Hal ini berbeda dengan asuransi konvensional, dimana asal dari objek yang diasuransikan tidak menjadi sebuah masalah. Karena yang akan dilihat oleh perusahaan yaitu nilai dan premi yang akan ditetapkan dalam perjanjian asuransi tersebut. Jadi, Anda dapat memilih asuransi syariah, tanpa ragu lagi mengenai halal tidaknya asuransi tersebut.



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »