Tips Buat Kamu Yang Kecanduan gadget

Tips Buat Kamu Yang Kecanduan gadget

Saat ini, smartphone memang sudah menjadi kebutuhan utama dan tidak bisa lepas dari keseharian setiap orang.

Setiap hari, kita pasti membutuhkan smartphone untuk melakukan pekerjaan atau sekadar hiburan. Bisa dilihat bagaimana sekarang ini semua orang membawa gadget.

Di manapun orang berada, entah saat sedang menunggu antrean di pusat perbelanjaan hingga menunggu kereta di stasiun, pandangan kamu pasti sulit lepas dari smartphone.

Memiliki gadget memang membuat seseorang mudah melakukan berbagai aktivitas, namun hal tersebut berisiko membahayakan hidup seseorang.

Saking kecanduan terhadap gadget, orang terkadang lupa waktu, tempat, dan keadaan sekitarnya.

Mengutip dari laman Brilio.net, Sabtu (6/4/2019), berikut ini lima (5) cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi ketergatungan terhadap gadget. Selamat mencoba!

1. Hapus Aplikasi

Salah satu yang membuat kamu kecanduan gadget adalah aplikasi di dalamnya, salah satunya adalah media sosial.

Bagi kamu yang ingin terlepas dari kebiasaan menggotak-atik smartphone, cobalah untuk menghapus beberapa aplikasi sosial media yang sering menganggu dirimu untuk terus membukanya.

Selain aplikasi medsos, sejumlah judul gim di perangkat pun dapat menjadi pertimbangan untuk dihapus.

Cara ini bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan media sosial maupun main gim, namun dengan begini kamu dapat belajar untuk bijak dalam menggunakannya.

2. Matikan Semua Notifikasi

Ilustrasi pengguna smartphone (huffingtonpost.com)
Cara lain yang bisa dilakukan adalah mematikan semua notifikasi dari aplikasi jejaring sosial yang ter-install di smartphone kamu.

Jika alasan mematikan notifikasi dapat `memutus` kamu dari kontak orang penting seperti ibu, ayah, istri, suami atau pun hal yang berbau kerjaan, kamu masih bisa memilih opsi untuk mematikan notifikasi aplikasi mana yang di-nonaktifkan.

Terkadang, notifikasi yang menganggu datang kebanyakan dari aplikasi jejaring sosial.

Mungkin kamu dapat menonaktifkan notifikasi jejaring sosial tersebut agar tidak `gatal` membuka apa yang sedang terjadi di jejaring sosial.

3. Mematikan Gadget 1 Jam Sebelum Tidur

Biasanya, seseorang akan memainkan gadget-nya sebelum tidur. Tak jarang kebiasaan ini justru membuat mereka sulit untuk tidur.

Jika ingin terhindar dari kebiasaan buruk memainkan gadget terlalu sering dan menginginkan tidur yang lebih baik, kamu bisa memulainya dengan mematikan gadget 30 menit atau 1 jam sebelum tidur.

4. Berlakukan Waktu Bebas Smartphone

Ilustrasi Smartphone Android, Gadget. Kredit: Pexels via Pixabay
Batasi diri kamu dari `keintiman` bersama dengan gadget. Kamu tidak akan memerlukan perangkat tersebut jika sedang berada di meja makan, kamar mandi, membaca buku atau pun menonton film.

Cobalah berlakukan waktu `Bebas Smartphone` dimana kamu benar-benar terlepas dari perangkat smartphone dan fokus terhadap kegiatan yang sedang dilakukan.

Caranya mudah, kamu hanya perlu mengaktifkan Airplane Mode di smartphone saat sedang bekerja, atau ketika melakukan kegiatan penting lainnya.

Coba lakukan hal ini selama beberapa jam dalam waktu sehari, dijamin kamu tidak akan nempel lagi dengan smartphone layaknya amplop dan perangko.

5. Ganti Gadget dengan Buku

Budaya membaca saat ini memang sudah banyak ditinggalkan orang. Mereka lebih senang membaca apapun yang ada di dunia maya dibandingkan dengan membaca buku.

Untuk mengatasi hal tersebut, cobalah untuk membawa buku. Dengan begini, jika ada kesempatakan luang kamu lebih memilih untuk membaca buku ketimbang harus mengontak-atik gadget.

Kriteria Rumah sehat Untuk Keluarga

Kriteria Rumah sehat Untuk Keluarga

Siapa yang tak mendambakan tinggal di sebuah rumah maupun area permukiman yang sehat. Baik itu sehat secara lingkungan atau psikologis.

Secara luas, rumah sehat diindikasikan mampu menjadi ruang berlindung, menyatukan sebuah keluarga, meningkatkan tumbuh kembang kehidupan setiap manusia, dan mengisi bagian dari gaya hidup penghuninya.

Kriteria rumah yang sehat dibagi menjadi empat aspek; harus dapat memenuhi kebutuhan fisiologis, harus dapat memenuhi kebutuhan psikologis, harus dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan, serta harus dapat mencegah terjadinya penularan penyakit.

Standar ini sejalan dengan kriteria rumah sehat menurut American Public Health Asociation (APHA) yakni:

Memenuhi kebutuhan dasar fisik

-Rumah harus dibangun sedemikian rupa sehingga dapat mencegah perubahan udara ekstrim yang terjadi. Sebaiknya, temperatur udara dalam ruangan paling sedikit 4°C dari temperatur udara luar di daerah tropis. Umumnya temperatur kamar 22°C – 30°C.
-Rumah harus terjamin pencahayaannya yang dibedakan atas cahaya matahari (penerangan alami) serta penerangan dari nyala api lainnya (penerangan buatan).
-Rumah harus mempunyai ventilasi yang sempurna sehingga aliran udara segar dapat terjaga. Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan, sedangkan luas lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup) minimum 5% luas lantai, sehingga jumlah keduanya menjadi 10% dari luas lantai ruangan.
-Rumah harus dapat melindungi penghuni dari gangguan bising berlebihan, karena dapat berakibat pada kesehatan (telinga) baik secara langsung maupun dalam jangka waktu relatif lama.
-Rumah harus memiliki luas yang cukup untuk aktivitas serta anak-anak bermain.